Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit

Kelapa Sawit
Pemanenan Kelapa Sawit
Seleksi Bibit
Seleksi Bibit Kelapa Sawit
Show all

Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit

Kelapa Sawit Jambi

Tujuan dari budidaya kelapa sawit yang utama adalah untuk mendapatkan buah. Dari buah tersebut petani akan mendapatkan keuntungan tergantung seberapa banyak buah yang didapat. Namun, tingkat produktifitas tanaman kelapa sawit tak sejalan dengan pemeliharaannya. Pohon sawit yang dipelihara dengan benar maka akan menghasilkan jumlah buah yang melimpah. Sebaliknya, pohon sawit yang tak dirawat dengan benar maka hasilnya pun kurang maksimal sehingga keuntungan yang didapat pun agar berkurang.

Perlu diperhatikan hal-hal berikut dalam merawat kebun kelapa sawit seperti biaya, sebaiknya mencari cara agar biaya yang dikeluarkan sedikit namun hasil perawatan tetap maksimal. Jjika melakukan perawatan di daerah gambut perlu unsur hara mikro seperti cu dan fe serta buatlah drainase yang baik, di daerah mineral serta rata tentu hal ini tidak diperlukan. Selain itu, kemajuan peralatan pertanian mengharuskan petani untuk menyesuaikan beberapa teknologi pertanian yang di pakai apakah cocok digunakan dalam perkebunan kelapa sawit.

Ada beberapa cara dalam pemeliharaan kelapa sawit, antara lain:

• Pengendalian gulma. Di kelapa sawit terdapat gulma yang harus dikendalikan agar tidak berpengaruh secara ekonomi terhadap hasil produksi tanaman sawit. Masalahnya, gulma menghambat laju para pekerja, gulma adalah pesaing kelapa sawit dalam meresap unsur hara dan air. Selain itu gulma bisa menjadi tanaman inang bagi hama yang dapat menyerang kelapa sawit. Mengendalikan gulma dapat dilakukan melalui mekanis seperti menggaruk dan mencabut dengan tanah, bisa juga menggunakan bahan kimia seperti ametrin, simazin, serta diuron.

• Kastrasi atau cuci bunga. Kasatrasi adalah istilah dalam perkebunan kelapa sawit yang artinya membuang semua bunga di tanaman kelapa sawit muda atau tanaman belum menghasilkan (TBM) baik pada bunga jantan ataupun betina yang dilaksanakan sebulan sekali. Kasatrasi biasanya dilakukan saat tanaman berumur 14 bulan, serta berlangsung saat 6 bulan sebelum panen perdana dimulai atau sekitar 10-12 bulan. Kastrasi dinilai menguntungkan karena semua hasil fotosintesis tersalurkan untuk pertumbuhan batang agar batang pohon tetap tegap dan sehat. Alat yang digunakan untuk kastrasi berupa besi penjepit yang diberi tangkai. Cara memakainya yaitu bunga dijepit dan ditarik lalu didorong hingga putus.

• Penyerbukan bantuan. Jika terjadi penyerbukan tepung sari pada putik atau biasa disebut polinasi maka bunga dapat berkembang menjadi buah yang sempurna. Polinasi ini hanya terjadi dengan bantuan angin serta serangga. Serangga yang dapat digunakan dalam membantu peyerbukan kelapa sawit yaitu SPKS Elaeidobius kamernicus. Bantuan penyerbukan dilakukan jika bunga jantan dan bunga betina tumbuh ditempat yang terpisah. Bunga jantan memiliki masa antesis yang tidak selalu sama dengan masa reseptif bunga betina. Bantuan penyerbukan dilakukan selama satu bulan setelah kastrasi berhenti dan diakhiri setelah tanaman sudah berumur 7 tahun. Penyerbukan buatan ini dilaksanakan selama 3 hari sekali. Adapun pelaksanaan aeral penyerbuka dibagi menjadi tiga seksi, yaitu A pada hari Senin, B pada hari Selasa, C pada hari Rabu dan seksi A lagi di hari Kamis.

• Mengendalikan hama dan penyakit. Mengendalikan hama dan penyakit perlu dilakukan sebab akan berpengaruh pada hasil produksi. Jika hal ini tidak segera dilaksanakan saat hama dan penyakit menyerang maka kuantitas maupun kualitas buah akan turun sehingga berpengaruh terhadap jumlah buah yang diproduksi.

• Pemupukan. Salah satu faktor yang berperan penting dalam meningkatkan pemupukan adalah hasil produksi. Biaya untuk melakukan pemupuka sekitar 40%-60% dari biaya seluruh pemeliharaan. Pemupukan sangat memengaruhi produktivitas serta pertumbuhan kelapa sawit. Pemupukan sebaiknya segera dilakukan jika tanaman menunjukkan ciri-ciri kekurangan zat hara. Penelitian yang dilakukan Risza menunjukkan bahwa pemupukan mutlak dilakukan karena secara jelas bisa meningkatkan produksi serta menjaga kestabilan tanaman.

• Tunasan. Tunasan artinya membuang atau membabat daun yang terletak di bawah buah. Hal ini bertujuan agar membersihkan tanaman agar mudah membuahi putih, serta memudahkan pekerja mengambil buah ketika masak, daun tua yang terletak di bawah secara fisiologis sudah tidak efektif untuk berfotosintesis. Penunasan sangat baik bagi tanaman karena membuat tanaman menjadi bersih dan sehat.

Pemeliharaan kebun kelapa sawit menjadi hal penting karena perlu dilakukan ketekunan jangka panjang. Jika lengah bisa jadi hama penyakit menyerang dan mengakibatkan hasil panen yang buruk. Sebagai pebisnis sekaligus petani sawit tentu mengerti betapa pentingnya memelihara tanaman sawit dari awal hingga panen.