Peluang Pengembangan Bisnis Sawit

Seleksi Bibit
Seleksi Bibit Kelapa Sawit
Bibit Tanamn Sawit
Bisnis Bibit Tanaman
Show all

Peluang Pengembangan Bisnis Sawit

Sawit Indonesia

Bisnis sawit adalah salah satu primadona bisnis belakangan. Setidaknya dalam satu dekade ini, meningkatnya permintaan CPO di pasaran International menjadi salah satu alasan utama semakin berkembangnya pula permintaan akan bibit sawit berkualitas dan handal. Tak heran perburuan akan bibit sawit terbaik yang dilakukan oleh pelaku bisnis baik PTPN, swasta maupun petani plasma kian hari kian tinggi.

Jenis tanaman sawit ada banyak, tetapi jika diterangkan secara ilmiah jenis sawit yang utama adalah dua jenis. Dikutip dari berbagai sumber, nama ilmiah kelapa sawit adalah Elaeis, yang terbagi lagi menjadi dua yaitu Elaeis Guineensis serta Elaeis Oleifera. Masing-masing punya keunggulan, jenis E Guineensis memiliki keunggulan dengan produktivitas tanaman yang tinggi, sedangkan keunggulan E Oleifera ada pada kemudahajn untuk memanen karena jenisnya yang tumbuh tak terlalu tinggi. Silangan dari kedua jenis ini dilakukan sebagai upaya untuk menghasilkan individu baru yang lebih baik.

Indonesia sebagai salah satu produsen atau negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia. Memiliki banyak Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang tersebar di dua pulau utama dimana banyak perkebunan kelapa sawit dibuka. Salah satu yang tertua dan terkenal menghasilkan benih dengan kehandalan tanam tinggi adalah PPKS Marihat, yang ada di Sumatera Utara. Jenis bibit apa saja yang dihasilkan oleh PPKS Marihat, serta seperti apa peluang bisnis bibit tanaman sawit didalamnya? Simak rangkumannya dalam artikel kali ini.

PPKS Marihat, Bibit Berkualitas, Jawaban Tantangan Bisnis Sawit Kedepan

Sebagai salah satu pengembang bibit berkualitas, pusat penelitian sawit Marihat telah menghasilkan banyak jenis varietas. Terhitung sejak 1985 setidaknya 8 varietas telah dirilis, diantaranya adalah DxP Sungai Pancur 1(Dumpy) dan DxP Sungai Pancur 2, DxP Yangambi, DxP Dolok Sinumbah, DxP Bah Jambi, DxP Marihat, DxP La Me, serta DxP AVROS. Berturut-turut di tahun-tahun selanjutnya PPKS Marihat kembali merilis beberapa varietas sawit baru, seperti 2 varietas sawit yang dirilis pada 2007 yaitu, DxP PPKS 718 serta DxP PPKS 540. Setiap varietas sawit yang dirilis telah melalui penelitian sehingga dari segi kualitas dapat dipastikan menghasilkan CPO yang berlimpah untuk setiap penanamannya.

Dari segi kapasitas produksinya, hingga saat ini PPKS Marihat setidaknya mampu memproduksi hingga kisaran 45 juta butir per tahun. Semua dipersiapkan untuk disalurkan pada user yaitu perkebunan, mulai perkebunan negara (PTPN), perkebunan swasta, mitra koperasi serta waralaba benih. Meski demikian, sebenarnya kapasitas yang dihasilkan oleh PPKS Marihat selaku penyedia benih belum mencukupi untuk permintaan pasaran bibit, yang mencapai 59 juta butir pertahunnya.

Selain itu mengacu pada data dari direktorat perbenihan yang sebenarnya, dengan dikalkulasikan pada pertumbuhan pembukaan lahan sawit baru yang setara dengan 300.000 ha pertahunnya maka jumlah riil benih yang dibutuhkan untuk pasaran dalam negeri berkisar antara 70 juta kecambah pertahunnya. Jelas ini jumlah yang masih sangat jauh dari nilai riil.

Kesenjangan antara kapasitas produsen penghasil benih sawit di Indonesia, yang termasuk PPKS Marihat masih ada 7 lainnya. Jelas membuka peluang bisnis bagi siapa saja yang ingin bergerak dibidang pengelolaan benih ataupun bibit sawit. Salah satu model yang bisa dijajaki adalah waralaba. Model waralaba yang ditawarkan oleh PPKS marihat terbuka untuk pengusaha maupun petani plasma yang ingin membiakan benih sawit hasil produksi PPKS Marihat.

Sementara itu dari data lain yang juga terkait dengan bisnis kelapa sawit, Indonesia telah menjadi produsen CPO terbesar di dunia. Data dari tahun 2014 menunjukan ekspektasi hasil minyak sawit mentah Indonesia adalah sebesar adalah sebesar 33 juta ton. Jauh diatas Malaysia yang menghasilkan 19,8 juta ton. Angka ini sepenuhnya dibangun dari luasan kebun sawit di dua pulau besar yang ada di Indonesia yaitu Sumatera dan Kalimantan.

Sejak era kolonial, kedua pulau ini telah menjadi pusat penanaman sawit di Nusantara. Masing-masing dengan prosentase 70% ada di pulau Sumatera dan 30% di pulau Kalimantan. Melihat besarnya peluang bisnis kelapa sawit maka tak heran bila bibit sawit Marihat menjadi salah satu komoditas unggulan untuk menaklukan pasar sawit dunia. Wilayah yang berdekatan dengan Pematangsiantar ini, menjadi pemasok bibit berkualitas ke berbagai daerah di nusantara. Produsen bibit sawit Marihat berperan menyumbangkan sawit berkualitas penghasil CPO andalan negara untuk mendapatkan devisa.