PKS Kelapa Sawit

Bibit Tanamn Sawit
Bisnis Bibit Tanaman
Hama Sawit
Hama dan Penyakit Kelapa Sawit
Show all

PKS Kelapa Sawit

Pengolahan Sawit Tradisional

Kelapa sawit memiliki banyak manfaat sehingga banyak digunakan untuk berbagai keperluan. Jika diolah kelapa sawit ternyata bukan hanya bisa dijadikan sebagai minyak kelapa sawit, tapi juga sebagai bahan baku kosmetik dan bahan bakar.

Untuk itu, banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan potensi bisnis pada berbagai segmen. Lalu bagaimana tahapan-tahapan proses pengolahan kelapa sawit dari bahan baku berupa tanda buah segar menjadi minyak kelapa sawit CPO (Crude Palm Oil) yang dilakukan di PKS kelapa sawit.

1. Shorting Process

Tahapan pertama yaitu melakukan penyortiran di PKS (Pabrik Kelapa Sawit). Sebelum melewati tahapan selanjutnya yaitu proses perebusan, buah kelapa sawit yang akan diolah perlu disortir mana buah yang berkualitas dan tidak. Dalam tahap ini, buah yang berkualitas baik dan buruk. Setelah itu, dilihat tingkat kematangan buah tersebut sebab tingkat kematangan kelapa sawit nantinya akan mempengaruhi kualitas minyak yang dihasilkan.

2. Sterilizing Process

Tahap selanjutnya adalah sterilizing process atau proses perebusan. Pada tahap ini, buah kelapa sawit akan direbus dengan tekanan suhu yang sangat tinggi. Perebusan ini hamper sama dengan perebusan pada kompor uang. Tahap ini dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti melunakkan daging buah sehingga memudahkan pemisahan antara biji dan buah, mengurangi kadar air, mengurangi tingkat asam lemak bebas, sehingga akan mempermudah proses pembrodolan pada proses threser.

3. Thereser Process

Tahap ini disebut juga tahap penebah, dimana pada tahap ini buah sawit akan dipisahkan dari tandan sawit dengan menggunakan mesin yang disebut mesin penebah. Caranya dengan mengangkat dan membanting buah kelapa sawit kemudian mendorong tandan ke empty bunch conveyor. Setelah terjadi pemisahan antara buah dengan tandan, selanjutnya buah akan ditempatkan pada mesin yang dinamakan digester. Mesin di PKS kelapa sawit, berfungsi memisahkan daging buah dengan biji, setelah itu melumatkan daging buah, dan mempersiapkan feeding press.

4. Pressing Process

Ketika kelapa sawit (elaeis guineensis) sudah diolah dalam tahap-tahap sebelumnya, kini saatnya melakukan proses pengolahan di tahap pressing. Pada proses ini, minyak diambil dari buah kelapa melalui cara pelumutan dan pengempaan. Untuk menghasilkan minyak yang optimal, maka pada tahap ini proses yang dilalui harus diteliti dengan baik.

5. Clarification Station

Minyak yang diperoleh dari tahap pengempaan merupakan minyak kasar (Crude Palm Oil). Untuk menyempurnakan proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit, tahap selanjutnya yang dilakukan adalah tahap pemurnian minyak atau clarification. Tahapan ini terdiri dari beberapa proses, yaitu:

a. Pemurnian pada Sand Trap Tank (Tangki Pemisah Pasir)

Crude oil yang mengandung minyak, lumpur, air di masukkan ke Sand Trap Tank setelah itu alat tersebut akan menampung pasir dan memisahkannya dari minyak dan air.

b. Pemurnian pada Vibro Separator

Pemurnian yang dilakukan pada alat ini dilakukan agar crude oil bisa disaring dari serabut-serabut yang bisa mengganggu proses pemisahan minyak.

c. Pemurnian Vertical Clarifier Tank
Pada tahap ini, minyak akan dipisahkan dari air dan kotoran secara gravitasi.

d. Pemurnian pada Oil Tank
Sebelum diolah pada purifier, minyak yang sudah dipisahkan ditempatkan sementara di oil tank, penampungan khusus.

e. Pemurnian pada Oil Purifier
Fungsi dari alat ini adalah mengurangi kadar air dalam minyak dengan temperature suhu mencapai 95 derajat celcius. Sebenarnya masih banyak tahap-tahap yang dilalui sebelum penyimpanan minyak yang telah diproduksi, namun tahap-tahap dasarnya seperti yang telah dijabarkan.

6. Kernel Station
Tahap berikutnya adalah tahap pengolahan biji. Pada saat proses pressing akan dihasilkan fiber dan crude oil. Fiber atau serat kemudian akan dimasukkan ke kernel station untuk diolah.

Pada saat fiber berada di depericarper, maka akan dilakukan pemisahan antara fiber dengan nut atau biji. Setelah itu, nut akan dipecahkan melalui alat yang disebut riplle mill. Selanjutnya, claybath akan melakukan tugasnya dalam memisahkan cangkang dan inti sawit. Setelah cangkang dipisahkan dengan inti sawit, inti sawit akan dimasukkan ke dalam mesin kernel dryer yang berfungsi mengurangi kadar air yang terkandung dalam inti produksi. Kemudian, inti sawit dimasukkan lagi ke kernel storage, dan inti sawit siap untuk dijual.