Pengolahan Kelapa Sawit

Tanaman Sawit
Kisah Sukses Kebun Sawit Marihat
Bibit Sawit Palsu
Kerugian Benih Kelapa Sawit Palsu
Show all

Pengolahan Kelapa Sawit

Crude Palm Oil

Komoditas sawit memang seakan tak pernah mengalami masa renta. Sejak jaman penjajahan hingga hari ini komoditas ini selalu menjadi primadona dalam dunia perdagangan international. Mahfum tentunya, sebab sawit memang menjadi bahan baku minyak nabati yang disebut dengan CPO (Crude Palm Oil).

CPO inilah yang kemudian dikembangkan jadi aneka ragam produk kebutuhan manusia seperti misalnya produk farmasi, pangan, kosmetik, pulp dan kertas bahkan dalam waktu yang panjang CPO dirancang sebagai salah satu produk yang bisa mengantikan minyak bumi untuk beragam produk surfaktan menjadi biosurfaktan.

Sebelum diperas atau diekstrasi menjadi CPO, kelapa sawit terlebih dahulu melewati serangkaian proses produksi. Dalam setiap prosesnya, tentu dibutuhkan keahlian serta peralatan tertentu untuk menghasilkan CPO berkualitas dan melimpah. Artikel kali ini akan sajikan rangkaian proses pengolahan kelapa sawit menjadi CPO.



Dari Tandan Hingga Kernel, Proses Yang Rumit Dengan Ketelitian Luar Biasa Hadirkan CPO Terbaik



Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi pangkal dari seluruh rangkaian di perkebunan. Proses mulai penanaman hingga masa panen berujung pada satu rangkaian proses baru yaitu proses untuk melakukan ekstraksi sawit menjadi CPO. Tak hanya CPO, pabrik kelapa sawit juga memproduksi produk lain yaitu inti sawit atau kernel. Secara detil proses yang terjadi adalah sebagai berikut;

1. Penimbangan dan Sortir, Rangkaian Awal Proses Pengolahan

Jembatan timbang menjadi tempat dimana sawit yang telah dipanen di kebun bemuara, truk-truk bermuatan Tandan Buah Segar (TBS) berhenti diatas jembatan yang telah diseting secara elektronik untuk menampilkan berat truk saat penuh TBS, selanjutnya setelah dilakukan penimbangan berat penuh, hasil yang tercantum dikurangi dengan berat kosong truk setelah penimbangan.

Hasil inilah yang menunjukkan berat keseluruhan dari TBS yang diterima pabrik kelapa sawit. Setelah proses penimbangan, proses selanjutnya adalah sortir. Ini dilakukan untuk memisahkan butir sawit yang berkualitas dengan yang tidak. Penyortiran menjadi penting, sebab dengan dipisahkannnya butir sawit yang baik maka kualitas CPO yang dihasilkan diharapkan akan berkualitas pula.

2. Sterilizer, Thereser Process, Clarification Station, Tiga Proses Menuju CPO Mentah Siap Pakai

Dari truk TBS yang telah melalui tahapan penimbangan serta sortir kemudian dipindahkan menuju lori. Lori ini sama seperti yang dimiliki pabrik gula untuk mengangkut tebu hanya saja lebih kecil dan mempunyai wadah untuk menampung TBS maupun bulir sawit. Selanjutnya proses yang dijalankan adalah adalah merebus TBS, ini dinamakan Sterilizer. Proses ini bertujuan untuk, meningkatkan asam lemak bebas, menurunkan kadar air, juga memudahkan perontokan buah dari janjang buah.

Buah sawit disterilkan kemudian diarahkan menuju alat yang bernama hooper atau bunch feeder. Pada saat inilah terjadi proses perontokan antara janjang dengan bulir sawit. Setelah buah terpisah dari janjangnya maka butiran sawit diarahkan dengan ban berjalan menuju alat yang disebut digester. Digester melakukan proses pelumatan buah sawit, proses pelumatan dalam mesin digester ini dilakukan sebelum proses pressing. Rangkaian proses mulai dari perontokan hingga siap untuk diekstraksi menjadi CPO disebut sebagai theresing process.

Selepas theresering proses buah diperas untuk mengeluarkan CPO murni dengan screw press. CPO yang dihasilkan masih perlu dimurnikan karena masih bercampur dengan kandungan lainnya mulai dari serat buah sawit serta kotoran seperti misalnya pasir atau lumpur. Untuk itulah CPO murni diproses lagi dengan rangkaian proses yang ada pada clarification station. Proses ini melewati beragam alat mulai dari sand trap tank, ini adalah semacam tangki untuk menghilangkan lumpur serta pasir yang terdapat pada CPO murni. Selanjutnya CPO dipisahkan dengan serat buah sawit dengan alat yang bernama vibro separator atau vibrating screen.

Dengan memanfaatkan gravitasi maka CPO dimurnikan lagi dengan VCT atau Vertical Clarifier Tank. VCT ini akan memisahkan minyak dengan air serta bahan lainnya yang dapat berpengaruh pada kualitas CPO. CPO akan terus diolah dengan berbagai peralatan lain mulai dari oil purifier yang melakukan pemanasan minyak dengan suhu kurang lebih 95 derajat celcius, vacum dryer, sludge tank hingga CPO siap untuk dipakai dan berakhir dalam storage tank.

Keseluruhan proses pengolahan dari mulai bahan mentah hingga menjadi minyak CPO yang siap digunakan membutuhkan sumber daya serta pengetahuan yang cukup. Banyak hal yang menentukan kualitas CPO yang dihasilkan salah satunya jelas adalah bahan baku kelapa sawit yang dipergunakan itu sendiri. Indonesia sebagai penghasil produk minyak sawit murni terbesar di dunia mempunyai banyak pusat penelitian kelapa sawit (PPKS) yang menyediakan bibit sawit berkualitas tinggi, sepeti misalnya Marihat Klon (MK) keluaran PPKS Marihat, Sumatera Utara.