Pemanenan Kelapa Sawit

Bibit Sawit Palsu
Kerugian Benih Kelapa Sawit Palsu
October 31, 2016
Kelapa Sawit Jambi
Pemeliharaan Kebun Kelapa Sawit
October 31, 2016
Show all

Pemanenan Kelapa Sawit

Kelapa Sawit

Panen merupakan sebuah kegiatan pengambilan buah kelapa sawit yang semestinya telah memenuhi kriteria matang dan siap diambil dari pohonnya agar bisa dikumpulkan untuk diangkut ke pabrik. Tujuan dari panen itu sendiri agar mendapatkan Tandan Buah Segar (TBS) yang berkualitas dengan standar buah yang bermutu. Tanaman kelapa sawit sendiri adalah salah satu tanaman yang termasuk dalam family palmaceae yang artinya tanaman tahunan dan merupakan tanaman perkebunan utama. Kelapa sawit kini menjadi salah satu andalan yang diunggulan dalam sektor perkebunan dan menjadi komoditas ekspor yang memiliki peran penting dalam pembangunan perekonomian di Indonesia.

Minyak sawit yang dihasilkan dari kelapa sawit merupakan produk perkebunan yang memiliki prospek bagus karena dalam beberapa waktu ini banyak industri-industri berbasis bahan baku kelapa sawit berkembang dengan pesat. Terlebih lagi kelapa sawit bisa dijadikan beraneka ragam produk seperti makanan, bahan industri, kosmetik dan pbat-obatan lainnya. Saat ini, kelapa sawit memiliki arti penting bagi Indonesia karena akan meningkatkan pendapatan petani pekebun serta transmigran Indonesia. Dalam kurun wkatu 200 tahun terakhit kelapa sawit sudah menjadi andalan untuk ekspor maupun komoditi.

Kelapa sawit merupakan tanaman yang setiap tahapan pengolahannya harus dilakukan dengan benar dan baik. Pembibitan memang tahap awal yang penting namun mengelola perkebunan dengan memanen yang baik dan benar ternyata juga ada langkah-langkah tertentu.Tidak bisa sembarangan mengambil tandan dan buah yang berada di pohon, namun juga tak bisa melihat fisik buah yang sudah oranye kemerahan. Beberapa langkah yang harus diperhatikan supaya menghasilkan produk yang berkualitas dan baik. Satu hal yang perlu diperhatikan pada saat akan memanen, para petani harus sudah sampai di lapangan pada jam 6 pagi. Sebaiknya jangan sampai terlewat dari jam tersebut.

Selain itu proses pemanenan buah kelapa sawit dilakukan oleh para petugas lapangan yang lebih ahli. Menggunakan metode yang baik dan benar tentu akan memengaruhi kuantitas kelapa sawit yang bisa dipanen. Pemilihan waktu memanen yang tepat juga akan memengaruhi kualitas dari buah sawit yang diambil. Tingkat produktifitas lahan kelapa sawit dapat dilihat dari minyak serta inti kelapa sawit yang diproduksi. Dengan meningkatkan produksi dapat mengurangi tingkat kesalahan selama proses permanenan, hal itu adalah salah satu cara paling mudah meningkatkan produktifitas kelapa sawit.

Namun perlu disadari kesalahan yang paling sering dilakukan oleh petani saat memanen kelapa sawit yaitu memetik buah yang belum matang atau mentah. Buah yang sudah matang namun tidak segera dipanen dapat juga mengurangi tingkat kualitas dan produksi. Dapat juga pengambilan brondolan buah secara tidak menyeluruh. Adapun faktor eksternal yakni buah atau brondolan kelapa sawit diambil atau dicuri orang lain. Beberapa hal yang harus diperhatikan saat memanen kelapa sawit sebagai berikut

Pemungutan Hasil

Ketika buah sudah mulai masak, kandungan minyak yang terdapat di dalam daging buah atau mesokarp meningkat cepat. Hal tersebut karena adanya proses konversi karbohidrat menjadi lemak dalam buah. Lalu apabila kadar minyak dalam buah mencapai maksimal, buah akan lepas dari tandanya. Sedangkan asam lemak bebas dalam buah terus akan naik. Tanda-tanda buah masak dibuktikan oleh angka kematangan, yaitu jumlah buah yang lepas dari tanda, namun tidak ditentukan oleh warna buahnya.

Taksasi atau Perkiraan Produksi

Produk kelapa sawit yang dijual di dalam negeri maupun luar negeri dilakukan dengan sistem kontrak. Pemilik perkebunan akan memiliki kontrak penjualan, sedangkan untuk perusahaan konsumen berupa kontrak pembelian. Kontrak jual beli tersebut dibuat enam bulan sebelum hasil produksi minyak sawit diberikan kepada pembeli. Oleh sebab itu, sebaiknya pemilik perkebunan kelapa sawit haru bisa mengira-ngira hasil produksinya.

Transportasi

Di setiap perkebunan tentu memiliki sistem jaringan jalan yang merupakan salah satu faktor penting dalam mengumpulkan dan mengangkut hasil kelapa sawit ke pabrik. Pengangkutan buah juga harus dilakukan secepat mungkin. Buah yang telah dipotong hari ini harus sesegera mungkin ke PKS, pengolahan kelapa sawit supaya asam lemak bebas (FFA) tidak terlalu tinggi. Adanya alat transportasi ini tentu akan sangat membantu kelancaran kegiatan operasional.