Hama dan Penyakit Kelapa Sawit

Pengolahan Sawit Tradisional
PKS Kelapa Sawit
November 4, 2016
Sawit Papua
PT Nabire Baru Adakan Pelatihan SDM
June 17, 2017
Show all

Hama dan Penyakit Kelapa Sawit

Hama Sawit

Pengendalian hama kelapa sawit dan penyakit sangat penting agar mendapatkan bibit kelapa sawit yang berkualitas dan sehat. Dalam melaksanakannya dibutuhkan pengenalan yang baik, tanda serangan awal serta tindakan preventif yang ingin diambil dan ditindak lanjuti ketika melakukan seleksi bibit kelapa sawit. Umumnya ada tiga jenis gangguan yang mengganggu pertumbuhan bibit yaitu serangan hama, penyakit akibat patogen, serta penyakit fisiologis. Hama adalah jasad makro yang kasat mata, sedangkan penyakit kelapa sawit merupakan jasad renik seperti cendawan, bakteri dan lain-lain. Serangan di pembibitan umumnya tidak berarti apa-apa namun terkadang merugikan. Beberapa jenis hama yang sering menyerang kelapa sawit adalah sebagai berikut

Hama Tungau

Hama tungau disebabkan oleh tungau merah yang hidup di sepanjang tulang anak daun sambil mengisap cairan daun hingga warnanya daun berubah menjadi warna bronz, ukuran tungau ini skeitar 0,5 mm. Hama ini berbahaya terutama dalam keadaan kering dan berkembang pesat di musim kemarau. Merebaknya tungau dapat mengakibatkan rusaknya bibit sawit. Pengendalian yang dapat dilakukan penyemprotan akarisida tetradifon 0,1 – 0,2%. Racun ini sangat baik karena tidak membunuh musuh tanaman sawit.

Hama Serangga

Hama serangga disebabkan oleh ulat setora yang berasal dari kupu-kupu setora yang meletakkan telurnya di bawah permukaan daun di dekat ujung. Ulat setora akan memakan daun dari bawah hingga terkadang hanya tersisa lidinya saja. Cara mengendalikan ulat ini dapat dengan menyemprotkan racun kontak seperti Hostation 25 ULV, Sevin 85 ES, Dursban 20 EC dengan konsentrasi 0,2 – 0,3%.

Kumbang Oryctes

Oryctes rhinoceros adalah kumbang dewasa yang masu ke dalam daerah titik tumbuh dan memakan bagian yang lunak. Apabila serangan mengenai titik tumbuh maka tanaman akan mati, namun bila makan bakal daun maka daun dewasa hanya rusak seperti terpotong gunting. Mengendalikan kumbang ini adalah dengan menjaga kebersihan sekitar tanaman. Bakarlah sampah-sampah atau pohon yang mati supaya larva ikut mati. Pemberantasan dapat dilkukan pula secara biologis dengan memanfaatkan cendawan metharrizium anisopliae dan virus baculovirus orytes.

The Oil Palm Bunch Moth

Penyebab dari hama ini adalah ngengat tirathaba mundella yang telur-telurnya diletakkan pada tandan buah terutama pada buah-buah yang telah masak bahkan busuk. Setelah telur-telur tersebut menetas, buah-buah muda dimakan oleh ulat atau larva. Pengendaliannya dapat menggunakan Dipterex atau Thoida dengan melarutkannya sebanyak 0,55 kg ke dalam air 370 liter lalu diaduk sampai rata kemudian semprotkan pada kelapa sawit yang terserang ulat.

Selain berbagai jenis hama kelapa sawit, penyakit juga sering menyerang tanaman, beberapa penyakit kelapa sawit yang sering menyerang adalah sebagai berikut, ditemukan di beberapa tempat di pulau Sumatera dan Kalimantan serta beberapa daerah lainnya, termasuk Borneo, Malaysia.

Blast Disease

Penyebab dari penyakit ini adalah cendawan rhyzootonialamellifera dan phytium sp. Penyakit ini biasanya menyerang pesemaian hingga menyebabkan kematian pada bibit. Apabila menyerang tanaman dewasa daun akan menjadi layu kemudian mati. Jika dilihat pada akar tanaman, akar akan mengalami pembusukan. Cara mengendalikannya yaitu dengan membuat pesemaian yang baik serta pemberian air irigasi pada musim kemarau.

Penyakit Garis Kuning Pada Daun

Penyebab penyakit ini adalah cendawan Fusarium oxysporum. Terdapat infeksi pada daun sebelum membuka, adanya bulatan-bulatan oval berwarna kuning pucat mengeliling warna coklat. Tanamlah bibit yang bebas dari penyakit ini sebagai upaya pengendalian.

Penyakit Batang Dry Basal Rot

Penyakit batang dry ini disebabkan oleh cendawan Ceratocytis paradoxa. Penyakit ini biasanya menunjukkan gejala saat tandan buah yang berbunga mengalami pembusukan. Pelepahnya mudah patah namun daun tetap berwarna hijau walaupun pada akhirnya akn membusuk. Semua gejala itu terjadi akibat pembusukan pada pangkal batang. Cara mengatasinya adalah dengan menanam bibit yang terbebas dari infeksi ini.

Penyakit Busuk Tandan

Penyakit busuk tandan disebabkan oleh cendawan Marasmius palmivorus sharples, gejalanya penyakit ini menyerang tanaman berumur 3 – 10 tahun. Penyakit ini menyerang buah yang matang bahkan menembus daging buah sehingga menurunkan kualitas sawit. Cara mengendalikannya adalah dengan melakukan penyerbukan buatan serta sanitasi kebun, membuang semua bunga dan buah yang membusuk serta membakar tandan buah yang diserah, dapat pula dengan menyemprotkan Difolatan atau Actidone dengan konsentrasi 0,2% atau sebanyak 0,7% liter/ha dengan jarak waktu 2 minggu sekali.