Bisnis Bibit Tanaman

Sawit Indonesia
Peluang Pengembangan Bisnis Sawit
Pengolahan Sawit Tradisional
PKS Kelapa Sawit
Show all

Bisnis Bibit Tanaman

Bibit Tanamn Sawit

Sejak beberapa tahun silam bisnis waralaba menjadi salah satu jenis bisnis yang digemari masyarakat Indonesia. Berbagai bentuk produk maupun jasa telah diwaralabakan sehingga menjadikan kemudahan bagi konsumen untuk memilih akan membeli kemana beli bibit sawit atau dimana produk atau jasa tersebut tersedia.

Dari sisi perspektif bisnis waralaba jelas memberikan keuntungan yang banyak, baik dari segi produsen maupun pengguna atau konsumen jasa atau produk yang ditawarkan. Terminologi waralaba berasal dari bahasa Perancis yakni franchise yang mengandung makna hak atau kebebasan. Dengan demikian konsep waralaba bisa dipahami melibatkan dua belah pihak, satu pihak disebut franchisor atau pemberi waralaba, sedangkan pihak lain atau kedua disebut franchisee atau penerima waralaba. Masing-masing berkedudukan sebagai pemilik hak atas kekayaan intelektual, serta pengguna atau yang menggunakan HAKI dari pihak pertama (franchisor).

Banyak produk yang telah diawaralabakan, mulai dari usaha jasa ritel (pengecer) seperti minimarket, rumah makan, otomotif, hingga kepada produk perkebunan seperti misalnya jual beli benih unggulan. Kelapa sawit salah satunya, adalah salah satu produk atau komoditas perkebunan yang belakangan jadi sasaran dan diperdagangkan dengan konsep waralaba ini. Tapi kelapa sawit yang seperti apa? Dan bagaimana kualitas serta kehandalan dari kelapa sawit yang diwaralabakan? Berikut adalah rangkuman informasinya.

Marihat Klon Bibit Unggulan Keluaran PPKS Marihat Hadir Dengan Konsep Waralaba Bisnis Bibit Tanaman Sawit, Mudahkan Petani dan Pengusaha

Belakangan perkembangan perkebunan sawit mulai menunjukan lonjakan yang signifikan. Pembukaan lahan baru, oleh petani plasma atau konsorsium sawit besar terus dilakukan. Pemerintah sendiri, melalu GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) bahkan telah mencanangkan untuk meraih target hasil CPO sebesar 40 juta ton pada 2020. Dengan demikian maka diketahui bahwa bibit sawit berkualitas semakin dibutuhkan.

Salah satu usaha pembibitan dibawah naungan PTPN IV Marihat adalah Pusat Penilitian Kelapa Sawit (PPKS). Marihat Klon produk agroindustri bibit sawit unggulan yang diproduksi PPKS Marihat. Saat ini PPKS marihat melalui situs Website www.sawitmarihat.com telah memasarkan produk bibitnya dengan konsep waralaba bisnis bibit tanaman sawit. Berikut adalah beberapa jenis waralaba yang meletakan PPKS sebagai franchisor:

1. Waralaba Varietas

Konsep waralaba bisnis bibit tanaman sawit ini memiliki definisi sebagai berikut. PPKS sebagai franchisor akan menyiapkan serta mereproduksi salah satu pohon indukan hasil pemuliaan. Selanjutnya dengan varietas indukan yang telah disiapkan franchisor, franchisee akan menghasilkan berikut menyalurkan varietas yang sama persis.

2. Waralaba Benih

Pada konsep waralaba yang kedua ini, franchisor akan menyerahkan benih hasil persilangan terkontrol (pre heated seeds) kepada franchisee. Selanjutnya pihak franchisee bisa melakukan proses perkecambahan di fasilitas atau unit seeding proses (nursery) yang dimiliki. Demikian proses penyaluran selanjutnya berlangsung melalui pihak franchisee atau terwaralaba.

3. Waralaba Bibit

Hampir sama dengan konsep waralaba benih, tetapi dalam hal ini franchisee atau penerima waralaba mengembangkan berdasar prosedur serta kaidah yang telah disampaikan oleh franchisor PPKS, Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Untuk selanjutnya, sebagai timbal balik franchisee membayar jumlah tertentu dalam jangka waktu tertentu. Konsep penggunaan serta kaidah pembayaran diatur dengan nota kesapahaman yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Bisnis sawit akan terus menunjukan perkembangan menuju masa yang cerah dan hasil yang menjanjikan. Konsep waralaba sawit ini adalah salah satu konsep yang ditawarkan dengan maksud untuk memudahkan petani serta pengusaha sawit plasma untuk mendapatkan bibit sawit dengan kualitas terkontrol dan harga bersaing. Hal ini sangat mungkin karena setiap proses serta prosedur yang dikerjakan diawasi dan disupervisi dengan ketat oleh pihak franchisor dalam hal ini PPKS Marihat secara langsung. Tak hanya itu pemilihan franchisee juga tak sembarang bisa didapatkan dengan mudah oleh pengusaha bibit sawit tertentu, pihak PPKS sendiri yang akan menyeleksi dan menyesuaikan dengan standar yang dimilikinya. Hal ini untuk menjamin kualitas bibit serta penangan yang sama persis sebagaimana yang ada di pusat penelitian.

Masa depan bisnis CPO sebagai industri hilir dari perkebunan sawit jelas akan semakin signifikan. Apalagi dengan ditandai semakin meningkatknya permintaan CPO berkualitas yang ditanam dengan memperhatikan kaidah Go Green dan standar eko teknologi. Waralaba bisnis bibit tanaman sawit Marihat bisa jadi adalah salah satu jalan mendapatkan bibit bermutu tinggi dengan harga bersaing yang bisa menghasilkan CPO mermutu tinggi.